Sunday, August 4, 2013

Janji Prasetya TUNGGAL HATI SEMINARI - TUNGGAL HATI MARIA

Dengan kemauan sendiri dan dengan etikad baik, saya menyatakan bersedia menjadi anggota Oraganisasi Pencak Silat Katolik Tunggal Hati Seminari - Tunggal Hati Maria dengan segala tanggung jawabnya. Dan apabila saya melanggar ketentuan yang telah digariskan oleh organisasi maka saya bersedia dikeluarkan dari organisasi. Maka saya berjanji :
  1. Bersedia menjadi pribadi yang rendah hati
  2. Berani menjaga, membela dan mengembangkan nama baik organisasi
  3. Taat dan setia sampai mati bagi Gereja Katolik Roma
  4. Bersedia taat dan patuh pada orangtua
  5. Menghayati dan mengamalkan Pancasila dan Undang - Undang Dasar 1945
Semoga Tuhan Yesus dan Bunda Maria berkenan memberkati janji prasetya saya ini. Amin.

Wednesday, July 24, 2013

20 Foto Mengguncangkan Dunia (Kaskus Version)

1. Waiting A meal

2. Pendarata di Normandia

3. Lynching

4. Earthrise

5. Tragedi Tiananmen (1989)

6. Foto Tangan Manusia dengan Sinar Rontgen Pertama

7. Loch Ness (1934)

8. Kent State (1930)

9. Biafra (1969)

10. Kebakaran Persahaan Triangle Shirtwaist (1911) 

11. Bom Atom Nagasaki (1945)

12. South of The DMZ (1966)

13. Kematian di Pantai (1943)

14. Birmingham (1963)

15. Perang Crimean (1855)

16. Breakers Boy (1910)

17. Penerbangan Pertama (1903)

18. Promotory Poin (1869)

19. ksekusi Gerilyawan Vietkong (1968)

20. Jendral Sudirman dalam Tandu (1948)







Saturday, July 20, 2013

Sebuah Kesia - siaan



            Lima tahun telah berlalu... Akan tetapi perasaaan Jophiel tak pernah berubah masih utuh seperti saat itu. Saat dimana ia merasakan kata ‘cinta’, melihat sesosok cowok yang menarik untuknya. Tak pernah terpikirkan olehnya untuk menyukai orang itu, semakin lama kenal semakin jatuh hati ia kepada orang itu. Mencoba untuk melupakannya mustahil untuk Jophiel karena mereka selalu bertemu. Bermimpi dan bermimpi hanya itu yang kata selaras dengan saat ini, bermimpi untuk dapat memilikinya. Memiliki hati, senyuman, pelukan, ciuman, dan hangat orang itu untuk menemani jalan liku hidupnya yang begitu sepi. Tetapi, apa daya kenyataan berkata lain tidak seperti angan indahnya. Kini ia milik wanita lain! Sedih,  kecewa, cemburu semuanya tercapur aduk menjadi satu membuyarkan memori di kepala ini. Kenangan – kenangan itu kembali berputar di depan matanya layaknya film pembunuhan yang mengejamkan. Kenangan indah masa lalu bersamanya. Ia tak kuasa membendung rasa sakit yang ia rasakan, ia menangis tersedu layaknya badai di lautan tenang. Mencoba untuk menenangkan pikiran namun tak ada gunanya.
            Tersadar dalam cucuran air  mata, bahwa orang itu memang bukan miliknya sejak lama. Tapi kenapa rasa sakit ini begitu nyata?? Mengapa bukan aku yang menjadi miliknya?? Apa lebihnya wanita itu daripada ku sehingga orang itu memilih dia??? Berbagai macam pertanyaan melayang – layang di dalam otaknya seperti sedang mengerjakan soal ujian. Kini Jophiel kembali termenung dalam lamunan kesedihan yang baru saja mengguncang hati dan pikirannya. Mencoba untuk memotivasi dirinya sendiri agar tidak bertindak bodoh. Kini bulan telah berganti tahun, Jophiel telah memiliki keasih baru. Dan suatu ketika ia bertemu kembali dengan cowok itu dengan kekasihnya. Dalam sekejap melihat hal itu, Jophiel merasakan sesuatu yang menusuk hatinya. Mengapa dengan hatiku ini?? Apakah aku masih mencintainya??? Perasaan itu ternyata datang kembali menghantui Jophiel yang telah berusaha melupakan orang itu. Namun ia tidak dapat membohongi dirinya sendiri bahwa ia masih mencintai cowok yang tidak pernah mencintai dirinya. Dengan menyadari hal itu ia pun berpasrah kepada Tuhan karena ia percaya bahwa Tuhan selau memiliki rencana yang indah dalam hidupnya.

Friday, July 5, 2013

33 Bangunan Aneh


Mind House (Barcelona, Spain)

1.   
  The Crooked House (Sopot, Poland)

Stone House (Guimarães, Portugal)

Lotus Temple (Delhi, India)


Kunsthaus (Graz, Austria)

Forest Spiral (Darmstadt, Germany)

Wooden Gagster House (Archangelsk, Russia)
Guggenheim Museum (Bilbao, Spain)

Rotating Tower (Dubai UAE)

Habitat 67 (Montreal, Canada) 

Casa da musica (Porto, Portugal)

Olympic Stadium (Montreal, Canada)

Nautilus House (Mexico City, Mexico

The National Library (Minsk, Belarus)

National Theatre (Beijing, China)

Conch Shell House (Isla Mujeres, Mexico) 

House Attack (Vienna, Austria)

Bibliotheca Alexandrina (Egypt) 

Cubic Houses (Kubus woningen) (Rotterdam, Netherlands)

Ideal Palace (France) 

The Church of Hallgrimur,( Reykjavik, Iceland) 

Eden project (United Kingdom)

The Museum of Play (Rochester , USA)

Atlantis (Dubai, UAE)

Montreal Biosphere (Canada)

Wonderworks (Pigeon Forge, TN, USA)
The Basket Building (Ohio, USA)
Sumber : www.kaskus.co.id

Hujan Natal

Hujan Natal…
Oleh : Joko Pinurbo

Pohon natal sudah ku cantikkan
Lilin Natal sudah kunyalakan
Baju natal sudah kukenakan
Doa natal sudah kunyanyikan
Kue natal sudah kuhidangkan
Cium natal sudah kurindukan
Tapi kau belum juga dating

Bagaimana aku bias dating ke pesta mu,
Sementara rumahku
Diam - diam telah kau hancurkan
Dan tenda pengungsianku
Sudah pula kau rubuhkan?
Hanya hujan natal
Yang bias kuhadiahkan padamu

Itupun sudah berbaur dengan airmata-Ku

Bumiku

Saat mata menatap sekitar,
Ku tahu ada yang salah
Ketika semuanya kaku tak berdenyut
Aku tahu ada yang salah
Mereka semua mati!
Seperti bangkai tak berharga
Mereka member kita nafas
Tapi kita tak tahu harga jasa

Hancur lebur kelabu
Mata hati tak sanggup lagi melihat
Pohon jati gagah, tunbang menjadi aspal
Besi – besi berdiri kokoh, menyebar ranum
Napas kita tinggal diujung tanduk
Pemberian mereka kita sia – siakan
Dengan keabu – abuan yang mencekam
Jika kita bisa lakukan
Agar rumah jadi lebih baik

Agar bumi terhindar dari sang surya

Saturday, June 15, 2013

Selamat Tinggal


Awan hitam menutupi cerahnya sinar mentari disertai titik - titik hujan yang mulai membasahi jalanan. Begitu juga dengan hati yang entah mengapa merasakan sedih yang memilukan. Disaat aku mengikuti bimbingan belajar, tiba - tiba telepon genggamku bergetar - getar. Ternyata itu adalah telepon dari ayahku yang mengatakan “Nes, opung boru Silaen meninggal.” Dalam bahasa Batak opung boru berarti nenek. Ternyata inilah firasat sedih yang kurasakan semenjak tadi. Sedih rasanya, ingin aku berteriak tapi apa mau dikata, aku sedang dalam proses pembelajaran. Akhirnya, aku memutuskan untuk izin pulang lebih awal.
            Akhirnya sampai di rumah, ayahku sedang terduduk dan menelpon saudara - saudara kami memberitahu bahwa nenek sudah meninggal. Rawut wajahnya, sinar matanya semua sudah menunjukkan semua kesedihan ini. Beliau adalah nenek terakhirku karena nenek dan kakekku yang lain telah pergi lebih dulu. Beberapa jam kemudian, ibuku yang telah pulang kampung lebih dulu menelponku dan mengatakan bahwa aku tidak perlu pulang kampung karena masih dalam proses UAS. Secara spontan aku menolak perkataan ibuku, aku tidak mau kehilangan kesempatan terakhir melihat nenekku tersayang. Akhirnya diputuskan kami akan berangkat ke Medan keesokkan harinya.
            Tiket pesawat telah terbeli kini kami tinggal menungggu waktu untuk keberangkat. Setelah penerbangan selama 2 jam akhirnya kami sampai di Bandara Polonia, Medan, kami dijemput oleh kakak kandungku yang berkuliah di Universitas Sumatera Utara dan kami pun berangkat bersama - sama menunju kampung kami yaitu kampung Silaen. Setelah 8 jam perjalanan dari kota Medan menuju kampung Silaen, kami pun sampai di rumah duka. Heningnya malam pun terpecah oleh isak tangis kami, tak terdengar lagi suara jangkrik dan katak yang menjadi musik malam hanya ditemani rintikkan hujan yang melatari kesedihan kami.
            Acara adat pun dimulai, dan hari ini adalah hari penutupan peti. Tangis pun kembali pecah air mata mengalir deras membentuk sungai - sungai bening yang berhulukan mata. Kini, semuanya telah berakhir, tak boleh lagi ada kesedihan karena beliau telah berada di tempat layak di sisi Allah Yang Mahakuasa. Terkadang ibuku selalu bercerita detik - detik terkahir beliau, dan itu membuatku kembali mengalirkan air mata. Dan pelajaran yang ku ambil adalah berikanlah yang terbaik untuk orangtuamu, terlebih ibu karena beliaulah kamu tahu apa itu hidup, agar nanti ketika ibu pergi tak ada penyesalan dari hatimu.