Saturday, July 20, 2013

Sebuah Kesia - siaan



            Lima tahun telah berlalu... Akan tetapi perasaaan Jophiel tak pernah berubah masih utuh seperti saat itu. Saat dimana ia merasakan kata ‘cinta’, melihat sesosok cowok yang menarik untuknya. Tak pernah terpikirkan olehnya untuk menyukai orang itu, semakin lama kenal semakin jatuh hati ia kepada orang itu. Mencoba untuk melupakannya mustahil untuk Jophiel karena mereka selalu bertemu. Bermimpi dan bermimpi hanya itu yang kata selaras dengan saat ini, bermimpi untuk dapat memilikinya. Memiliki hati, senyuman, pelukan, ciuman, dan hangat orang itu untuk menemani jalan liku hidupnya yang begitu sepi. Tetapi, apa daya kenyataan berkata lain tidak seperti angan indahnya. Kini ia milik wanita lain! Sedih,  kecewa, cemburu semuanya tercapur aduk menjadi satu membuyarkan memori di kepala ini. Kenangan – kenangan itu kembali berputar di depan matanya layaknya film pembunuhan yang mengejamkan. Kenangan indah masa lalu bersamanya. Ia tak kuasa membendung rasa sakit yang ia rasakan, ia menangis tersedu layaknya badai di lautan tenang. Mencoba untuk menenangkan pikiran namun tak ada gunanya.
            Tersadar dalam cucuran air  mata, bahwa orang itu memang bukan miliknya sejak lama. Tapi kenapa rasa sakit ini begitu nyata?? Mengapa bukan aku yang menjadi miliknya?? Apa lebihnya wanita itu daripada ku sehingga orang itu memilih dia??? Berbagai macam pertanyaan melayang – layang di dalam otaknya seperti sedang mengerjakan soal ujian. Kini Jophiel kembali termenung dalam lamunan kesedihan yang baru saja mengguncang hati dan pikirannya. Mencoba untuk memotivasi dirinya sendiri agar tidak bertindak bodoh. Kini bulan telah berganti tahun, Jophiel telah memiliki keasih baru. Dan suatu ketika ia bertemu kembali dengan cowok itu dengan kekasihnya. Dalam sekejap melihat hal itu, Jophiel merasakan sesuatu yang menusuk hatinya. Mengapa dengan hatiku ini?? Apakah aku masih mencintainya??? Perasaan itu ternyata datang kembali menghantui Jophiel yang telah berusaha melupakan orang itu. Namun ia tidak dapat membohongi dirinya sendiri bahwa ia masih mencintai cowok yang tidak pernah mencintai dirinya. Dengan menyadari hal itu ia pun berpasrah kepada Tuhan karena ia percaya bahwa Tuhan selau memiliki rencana yang indah dalam hidupnya.

No comments:

Post a Comment