Sunday, August 4, 2013

A Little About My Organization THS - THM

THS-THM adalah olah raga bela diri dengan dasar gerak olah raga tradisional negara kita yaitu Pencak Silat. Awalnya, olah raga ini dimotori oleh romo Hadi, dan dikhususkan untuk para siswa seminari menengah Mertoyudan,Magelang. Dalam perkembangannya karena dianggap bermanfaat dan dinilai sangat positif , maka dikembangkan untuk para remaja dan mudika di luar lingkungan seminari.. Sampai saat ini olah raga ini di gereja Katolik sudah berumur kurang lebih 20 tahun, dan saat ini sudah memiliki 33 cabang tempat latihan. Tidak hanya itu, olah raga yang selalu diawali dengan pendaman iman sebelum latihan ini ternyata diminati pula dikalangan remaja putri dan para mudika putri. Dari situ terbentuklah nama THS , untuk laki-laki, dan THM, untuk perempuan. Kostum biru putih yang melekat manis di antara anggota THM diambil dari ide jubah yang selalu dikenakan Bunda Maria, yaitu biru putih. Selain dengan olah raga bela diri dan pendalaman iman kelebihan kegiatan ini adalah disisipkannya kegiatan -kegiatan yang berorientasi pada latihan kepemimpinan di kalangan remaja dan pemuda Katolik.
            Pada tahun 1983, Seminari Menengah Mertoyudan , Magelang, Jawa Tengah, mengundang seorang frater untuk mengajar. Hal tersebut biasa saja, yang agak aneh adalah frater tersebut diminta untuk mengajar pencak silat. Tentu saja seminari sudah memikirkan "Mengapa Pencak Silat ?". Ternyata dalam "penggodogan" pendidikan calon imam di seminari ditanamkan pula rasa cinta akan tanah air, rasa hormat serta tanggung jawab akan nilai-nilai budaya bangsa Indonesia tercinta, dan sekaligus mengakar pada iman akan wafat dan kebangkitan-Nya. Latihan bela diri pencak silat dimulai. Para seminaris yang ikut latihan pertama kali berjumlah 73 orang. Tetapi konyolnya, frater tersebut hanya bisa mengajar bela diri sekali sebulan saja. Secara teoritis tidak mungkin mengajarkan bela diri hanya 2 jam saja dalam 1 bulan. Dilain pihak, sebagai calon imam yang dididik untuk memecahkan persoalan, maka latihan bela diri itupun tetap berjalan walaupun terseok-seok. Apa akibatnya ? Banyak seminaris yang mengundurkan diri, tidak mau lagi mengikuti latihan pencak silat ini. Memasuki tahun 1984, seminaris yang tetap bertahan mengikuti latihan pencak silat ini tinggal 11 orang. Mulailah diadakan peningkatan latihan beladiri yang lebih berat lagi. Dilaksanakan di Kaliurang, lereng Gunung Merapi, Jawa Tengah, didampingi oleh seorang dokter dan seorang psikolog. Akhirnya latihan tersebut mencapai tahap akhir, berlangsung di pantai Parangtritis, Yogyakarta. Disinilah tercipta jurus-jurus otentik Seminari yang dibuat oleh para seminaris dan frater yang masih muda usia, miskin pengalaman, namun memiliki kebulatan tekad mau berbakti bagi seminari, mau berkorban demi iman dan cinta nan suci pada Ibu Pertiwi. Dari sini muncullah gagasan bersama "Ide menguak masa depan". Beladiri sebagai sarana kerasulan.
             Ide menguak masa depan disepakati. Bela diri akan dijadikan sebagai alat kerasulan. Berdirilah Dewan Pendiri, yaitu suatu dewan yang beranggotakan para perintis dan pendiri serta pemrakarsa bentuk-bentuk idealisme kegiatan THS-THM. Mereka terdiri dari sebelas pria berikut ini: Rm. M. Hadiwijoyo, Pr. (bebas tugas, Jakarta); Dr. RMS Haripurnomo Kushadiwijaya (Yogyakarta); St. Adi Satriyo Nugroho, SPd. (Timor Timur); YB. Prasetyo Yudono, MSBA. (Jakarta); Brigjen TNI (Purn) Ign. Imam Kuseno Miharjo (Jakarta); Y. Lilik S. Dwijosusanto, SPd. (Yogyakarta); Benediktus Wiharto, SH. (Bandung); Rm. AG. Luhur Prihadi, Pr. (Pematangsiantar); Rm. R. Heru Subyakto, Pr. (Magelang); Drs. Petrus Agus Salim (Jakarta); A. Bambang Wahjudi, SP. (Muntilan).
Bersama dengan empat wanita berikut ini:  Dra. MM. Emmy Putraningrum (Yogyakarta); Ibu Imam Kuseno Miharjo (Jakarta); Dra. C. Wahyu Dramastuti (Jakarta); M. Sri Selastiningsih, SE. (Jakarta). 
Dalam design yang diharapkan sebenarnya akan ada anggota pria dan wanita masing-masing dua belas orang dalam Dewan Pendiri. Angka 12 diturunkan dari jumlah rasul Yesus. Setiap anggota Dewan Pendiri ditentukan dengan pertimbangan seluruh anggota, tidak ada pemecatan terhadapnya, dapat keluar atas permintaan sendiri atau karena tindakan yang jelas bertentangan dengan azas pendirian organisasi Katolik THS-THM ini; seperti terjadi pada mantan anggota Dewan Pendiri : Rm. J. Sandharma Akbar, Pr. (Bogor) yang telah menjalankan kegiatan bertentangan dengan azas pendirian organisasi Katolik THS-THM; serta dua anggota lain yang karena suatu keadaan telah mengundurkan diri dengan baik dan tetap dikenang jasa dan kerjasamanya : Lettu (TNI) FP. Krisdaryadi (Surabaya) dan Ning Suyanto (Yogyakarta). Untuk memelihara jumlah anggota dewan suatu langkah penggantian dilakukan. Sebagian anggota dewan telah terlebih dahulu mempersiapkan kehadiran THS-THM sejak awal 1980-an : Frater Hadiwijaya, Dokter Haripurnomo dan Psikolog Emmy Putraningrum, serta para siswa seminari Mertoyudan yaitu Adi, Heru, Luhur, Lilik, Wiharto, Prasetyo dan Kris serta sejumlah murid seminari Mertoyudan lain. Beberapa individu pernah diperbincangkan untuk menjadi anggota dewan dan tidak diambil keputusan untuk menetapkannya.
             Kemudian berkibarlah bendera Beladiri Pencak Silat Katolik Tunggal Hati Seminari, dengan motto perjuangannya "Pro Patria et Ecclesia" - Demi Bangsa dan Gereja. Adapun cara melaksanakan perjuangan kerasulannya adalah "Fortiter in Re Suaviter in Modo" - Kokoh prinsip pendiriannya namun luwes lembut cara mencapainya. Dengan kata lain, sikap yang mau ditampakkan yaitu sikap berani, ulet dan rendah hati. Menghadapi kekerasan dan kekasaran - Berani. Bertemu kebaikan dan kehalusan budi - itu yang dicari. Semua tindakan dan kegiatan dipersembahkan hanya untuk kemuliaan kepada Tuhan. Kedua frater ditahbiskan menjadi Imam, dipilih Tuhan untuk pelayan umatnya. Realisasi ide beladiri Tunggal Hati Seminari dijadikan alat kerasulan atau sarana pastoral menjadi kenyataan dalam wujud tindakan dan kegiatan-kegiatan. Berkat rahmat Tuhan, kegiatan ini berkembang dan mulai diterima oleh sekelompok muda-mudi Katolik St. Fransiskus Xaverius, Tanjung Priok dan Salib Suci, Cilincing; serta direstui oleh Pastor Paroki Karl Albrecht SJ. Angkatan pertama ini berjumlah 39 orang. Saat para seminaris Mertoyudan liburan, organisasi THS semakin dikembangkan oleh para seminaris sebagai panggilan. Mulailah THS ini berkembang ke paroki-paroki yang lainnya, yaitu paroki St. Alfonsus, Pademangan dan Santa Anna, Duren Sawit. Tidak ketinggalan sekolah-sekolah juga dimasuki, yaitu SMP St. Fransiskus II, Cilincing; SMP Tarakanita I, II, III dan IV. THS dikembangkan oleh beberapa Pastor, beberapa Suster, beberapa Frater, beberapa orang tua, beberapa Seminaris dan sekelompok muda-mudi Katolik yang senang untuk membina anak muda.Pada tahun 1985, bertepatan dengan ditetapkannya sebagai Tahun Pemuda Internasional, pada tanggal 10 November 1985 yang juga bertepatan dengan hari Pahlawan, diresmikanlah di Gelanggang Remaja Jakarta Utara berdirinya Organisasi Beladiri Pencak Silat Katolik Tunggal Hati Seminari. Syukur kepada Tuhan, anggota yang tercatat berjumlah 223 orang.
               Organsasi Pencak Silat THM (Tunggal hati Maria) pd masa embrionya telah di rancang utk menjd sebuah oranisasiyg hanya dikhususkan bagi kamu wanita terlepas dr THS utk kaum pria. Bagaimana kita mengenal THM ini ? Mari kita lihat pertama dr seragam, seragam THM dirancang khusus oleh designer. Sehingga penampilan psilat putri ini tidak yampak menyeramkan melainkan tetap tampil cantik dan mempesona. Lihat lambang THM, berbentuk hati, pertanda bahwa tiap anggota THM akan menjdi  ksatria Gereja yg lembut hati. Pd tgl 21 April 1989, THM tingkat nasional remi didirikan secara mandiri. Fakta ini tenggelam dikarenakan kinerja THM yg blm signifikan di perhelatan organisasi. Saat itu THM diresmikan pd sebauah misa peringatan hari Karttini di Gereja Katedral Jakarta. Namun meskipun bgtu keterikatan hati antar anggota THS THM makin hari tdk dpt terpisahkan. Awal tahun 1986, puteri-puteri Gereja tidak mau ketinggalan untuk turut serta dalam kegiatan ini. Mereka ada di Paroki St. Fransiskus, Tanjung Priok dan di SMP St. Fransiskus II, Kampung Ambon, yang segera disusul puteri-puteri Paroki St. Anna, Duren Sawit. Pada tanggal 10 November 1986, bertepatan dengan hari Pahlawan dan Hari Ulang Tahun THS yang pertama, diresmikan pulalah Organisasi Beladiri Pencak Silat Katolik Tunggal Hati Maria (THM) oleh Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Katolik Departemen Agama RI, Bapak Ignatius Imam Kuseno Miharjo, dan direstui oleh Pastor Paroki Romo Martinus Hadiwijoyo Pr. dan Pastor Purbo Tamtomo Pr. Bertempat di Gereja St. Bonaventura, Pulomas, Jakarta Timur. Jumlah THS-THM sudah tercatat sebanyak 637 orang.
"Tuhan bersabda melalui kitab suci, "Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barang siapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa". (Yoh. 15:5). Memasuki tahun 1987, jumlah anggota THS-THM sudah mencapai lebih dari 2300 orang yang tersebar di kota-kota Jakarta, Yogyakarta, Surakarta, Wonogiri, Muntilan, Bandung, Lampung dan Banjarmasin. Dan sampai sekarang THS-THM terus berkembang seiring dengan bertambahnya waktu, bahkan sampai keluar negeri."






















Janji Prasetya TUNGGAL HATI SEMINARI - TUNGGAL HATI MARIA

Dengan kemauan sendiri dan dengan etikad baik, saya menyatakan bersedia menjadi anggota Oraganisasi Pencak Silat Katolik Tunggal Hati Seminari - Tunggal Hati Maria dengan segala tanggung jawabnya. Dan apabila saya melanggar ketentuan yang telah digariskan oleh organisasi maka saya bersedia dikeluarkan dari organisasi. Maka saya berjanji :
  1. Bersedia menjadi pribadi yang rendah hati
  2. Berani menjaga, membela dan mengembangkan nama baik organisasi
  3. Taat dan setia sampai mati bagi Gereja Katolik Roma
  4. Bersedia taat dan patuh pada orangtua
  5. Menghayati dan mengamalkan Pancasila dan Undang - Undang Dasar 1945
Semoga Tuhan Yesus dan Bunda Maria berkenan memberkati janji prasetya saya ini. Amin.

Wednesday, July 24, 2013

20 Foto Mengguncangkan Dunia (Kaskus Version)

1. Waiting A meal

2. Pendarata di Normandia

3. Lynching

4. Earthrise

5. Tragedi Tiananmen (1989)

6. Foto Tangan Manusia dengan Sinar Rontgen Pertama

7. Loch Ness (1934)

8. Kent State (1930)

9. Biafra (1969)

10. Kebakaran Persahaan Triangle Shirtwaist (1911) 

11. Bom Atom Nagasaki (1945)

12. South of The DMZ (1966)

13. Kematian di Pantai (1943)

14. Birmingham (1963)

15. Perang Crimean (1855)

16. Breakers Boy (1910)

17. Penerbangan Pertama (1903)

18. Promotory Poin (1869)

19. ksekusi Gerilyawan Vietkong (1968)

20. Jendral Sudirman dalam Tandu (1948)







Saturday, July 20, 2013

Sebuah Kesia - siaan



            Lima tahun telah berlalu... Akan tetapi perasaaan Jophiel tak pernah berubah masih utuh seperti saat itu. Saat dimana ia merasakan kata ‘cinta’, melihat sesosok cowok yang menarik untuknya. Tak pernah terpikirkan olehnya untuk menyukai orang itu, semakin lama kenal semakin jatuh hati ia kepada orang itu. Mencoba untuk melupakannya mustahil untuk Jophiel karena mereka selalu bertemu. Bermimpi dan bermimpi hanya itu yang kata selaras dengan saat ini, bermimpi untuk dapat memilikinya. Memiliki hati, senyuman, pelukan, ciuman, dan hangat orang itu untuk menemani jalan liku hidupnya yang begitu sepi. Tetapi, apa daya kenyataan berkata lain tidak seperti angan indahnya. Kini ia milik wanita lain! Sedih,  kecewa, cemburu semuanya tercapur aduk menjadi satu membuyarkan memori di kepala ini. Kenangan – kenangan itu kembali berputar di depan matanya layaknya film pembunuhan yang mengejamkan. Kenangan indah masa lalu bersamanya. Ia tak kuasa membendung rasa sakit yang ia rasakan, ia menangis tersedu layaknya badai di lautan tenang. Mencoba untuk menenangkan pikiran namun tak ada gunanya.
            Tersadar dalam cucuran air  mata, bahwa orang itu memang bukan miliknya sejak lama. Tapi kenapa rasa sakit ini begitu nyata?? Mengapa bukan aku yang menjadi miliknya?? Apa lebihnya wanita itu daripada ku sehingga orang itu memilih dia??? Berbagai macam pertanyaan melayang – layang di dalam otaknya seperti sedang mengerjakan soal ujian. Kini Jophiel kembali termenung dalam lamunan kesedihan yang baru saja mengguncang hati dan pikirannya. Mencoba untuk memotivasi dirinya sendiri agar tidak bertindak bodoh. Kini bulan telah berganti tahun, Jophiel telah memiliki keasih baru. Dan suatu ketika ia bertemu kembali dengan cowok itu dengan kekasihnya. Dalam sekejap melihat hal itu, Jophiel merasakan sesuatu yang menusuk hatinya. Mengapa dengan hatiku ini?? Apakah aku masih mencintainya??? Perasaan itu ternyata datang kembali menghantui Jophiel yang telah berusaha melupakan orang itu. Namun ia tidak dapat membohongi dirinya sendiri bahwa ia masih mencintai cowok yang tidak pernah mencintai dirinya. Dengan menyadari hal itu ia pun berpasrah kepada Tuhan karena ia percaya bahwa Tuhan selau memiliki rencana yang indah dalam hidupnya.

Friday, July 5, 2013

33 Bangunan Aneh


Mind House (Barcelona, Spain)

1.   
  The Crooked House (Sopot, Poland)

Stone House (Guimarães, Portugal)

Lotus Temple (Delhi, India)


Kunsthaus (Graz, Austria)

Forest Spiral (Darmstadt, Germany)

Wooden Gagster House (Archangelsk, Russia)
Guggenheim Museum (Bilbao, Spain)

Rotating Tower (Dubai UAE)

Habitat 67 (Montreal, Canada) 

Casa da musica (Porto, Portugal)

Olympic Stadium (Montreal, Canada)

Nautilus House (Mexico City, Mexico

The National Library (Minsk, Belarus)

National Theatre (Beijing, China)

Conch Shell House (Isla Mujeres, Mexico) 

House Attack (Vienna, Austria)

Bibliotheca Alexandrina (Egypt) 

Cubic Houses (Kubus woningen) (Rotterdam, Netherlands)

Ideal Palace (France) 

The Church of Hallgrimur,( Reykjavik, Iceland) 

Eden project (United Kingdom)

The Museum of Play (Rochester , USA)

Atlantis (Dubai, UAE)

Montreal Biosphere (Canada)

Wonderworks (Pigeon Forge, TN, USA)
The Basket Building (Ohio, USA)
Sumber : www.kaskus.co.id

Hujan Natal

Hujan Natal…
Oleh : Joko Pinurbo

Pohon natal sudah ku cantikkan
Lilin Natal sudah kunyalakan
Baju natal sudah kukenakan
Doa natal sudah kunyanyikan
Kue natal sudah kuhidangkan
Cium natal sudah kurindukan
Tapi kau belum juga dating

Bagaimana aku bias dating ke pesta mu,
Sementara rumahku
Diam - diam telah kau hancurkan
Dan tenda pengungsianku
Sudah pula kau rubuhkan?
Hanya hujan natal
Yang bias kuhadiahkan padamu

Itupun sudah berbaur dengan airmata-Ku

Bumiku

Saat mata menatap sekitar,
Ku tahu ada yang salah
Ketika semuanya kaku tak berdenyut
Aku tahu ada yang salah
Mereka semua mati!
Seperti bangkai tak berharga
Mereka member kita nafas
Tapi kita tak tahu harga jasa

Hancur lebur kelabu
Mata hati tak sanggup lagi melihat
Pohon jati gagah, tunbang menjadi aspal
Besi – besi berdiri kokoh, menyebar ranum
Napas kita tinggal diujung tanduk
Pemberian mereka kita sia – siakan
Dengan keabu – abuan yang mencekam
Jika kita bisa lakukan
Agar rumah jadi lebih baik

Agar bumi terhindar dari sang surya