Sunday, August 4, 2013

Sedikit Pengetahuan Dasar Beladiri TUNGGAL HATI SEMINARI - TUNGGAL HATI MARIA

I.                   Bentuk Sikap dan Lintasan Gerak

Sikap merupakan bentuk bangun suatu tampilan dalam keadaan diam (tidak bergerak), yang terletak pada suatu kedudukan (posisi). Dari posisi suatu sikap tubuh dapatlah ditentukan arah dan jarak suatu tujuan (sasaran), dan untuk menentukan arah dan jarak, digunakanlah sisi dari sebuah sikap sebagai latar muka untuk melakukan tidakan pembelaan diri, yaitu sisi kiri atau kanan, sisi depan atau sisi belakang., sisi atas atau bawah, sisi tinggi/ rendah, luar atau dalam.
Kenaan merupakan bagian anggota tubuh yang sengaja dibentuk untuk berkontak langsung dengan tubuh lawan supaya cidera. Beberapa bentuk kenaan dan fungsinya :
·         Telapak dan jari tangan mengepal (Meninju/ menumbuk.)
·         Telapak dan jari tangan lurus merentang (Menampar/ menepis.)
·         Telapak dan jari tangan membentuk cakar (Mencakar/ Mencengkeram.)
·         Jari telunjuk lurus merentang (Tusukan)
Tumpuan merupakan bagian permukaan tubuh yang digunakan sebagai latar untuk berpijak, dan terdapat beberapa sudutnya bersesuaian pada saat menekan lantai.Tumpuan yang baik membuat keseimbangan tubuh jadi selaras, dan berguna dalam membentuk sikap atau pada saat melakukan gerakTumpuan merupakan komponen dasar dalam membentuk kuda-kuda, apalagi ujung- ujung jari telapak kaki terarah masuk sedikit kedalam dapat mencengkeram lantai. Punggung dan bahu juga berfungsi sebagai tumpuan dalam melakukan gulingan (roll),ataupun paha dan betis bagian luar pada saat melakukan sikap kuda-kuda bawah.

II.                Kuda – kuda dan Sikap Pasang

Kuda-kuda merupakan suatu bentuk sikap tubuh yang bersiap sedia menghadapi lawan, dan menjadi titik tolak dalam melakukan tindakan pembelaan diri, seperti; bertahan, menyambut serang ataupun menyerang lawan. Kuda- kuda yang baik ditentukan oleh letak dan bentuk yang tepat, dimulai dari tumpuan (pijakan), lutut, paha dan pinggul/pinggang. Kuda- kuda merupakan sikap dasar yang terbentuk dari latihan yang bertahun - tahun yang dilakukan dengan penuh kesabaran dan berulang- ulang. Tujuan yang prinsipil dalam pembentukan kuda- kuda adalah kemantapan (stabilitas), yaitu kemampuan memadukan keseimbangan (balancing) dengan kekuatan / strength.
Struktur kuda-kuda menentukan kecepatan koordinasi tungkai dan mekanisme bertarung, ada gerakan yang pendek dan kuat menghentak, atau gerakan berirama namun tepat dan keras. Dari pembentukan sikap kuda-kuda inilah timbul pengertian mengenai tujuan dan daya guna gerak berikutnya, kemudian ditemukanlah suatu bentuk sikap yang sangat dikuasai oleh seorang pesilat, dan dapat digunakan begitu saja (otomatis) untuk menghadapi berbagai bentuk serangan, inilah yang disebut Pasang, atau bentuk sikap bebas, yaitu berdasarkan improvisasi pelakunya.
Pengelompokan sikap dasar :
·         Kuda-kuda Tinggi ; - Depan, -Tengah, -Hadap, -Belakang.
·         Kuda-kuda Rendah ; -Depan, -Tengah, -Hadap, -Belakang.
·         Kuda-kuda Bawah : -Depan, -Tengah, -Hadap, -Belakang.
Pemberian nama kuda-kuda berdasarkan bentuk sikapnya, pemberian nama : Tinggi, Rendah dan Bawah ditinjau dari letak sikapnya, pemberian nama : Depan, Hadap, Tengah dan Belakang ditinjau dari sisi sikapnya

III.             Bentuk Sikap Lintasan Gerak Fungsi Sasaran

Gerak merupakan perubahan bentuk bangun atau perpindahan letak suatu wujud tampilan.
Gerak dasar merupakan perpaduan antara bentuk sikap dengan lintasan gerak untuk melakukan tindakan beladiri. Pemberian nama Gerak Dasar oleh organisasi ditinjau dari kegunaan/ fungsi tindakannya, dan diterapkan sebagai materi baku.
Pengelompokkan gerak dasar :
·         Hindaran atau elakan, merupakan menjauhkan atau meluputkan diri dari lintasan serang lawan. Sebagian besar hindaran termasuk dalam Tata Langkah, termasuk juga serangan kaki atau tangkisan oleh kaki, sebab setiap kaki menyerang/ menangkis selalu terjadi langkah.
·         Tangkisan, merupakan cara menahan atau mengalihkan serangan lawan (Antisipasi.)
·         Serangan, merupakan menghantam lawan dengan tujuan membuat lawan tidak berdaya.
Tata langkah merupakan cara mengatur langkah untuk menentukan arah dan jarak dari lawan, jarak mempengaruhi kesempatan (waktu) yang ditempuh dalam melakukan tindakan beladiri.
Jenis – jenis langkah :
·         Langkah manunggal, merupakan mengangkat dan memindahkan satu pijakan kaki ke arah lain
·         Langkah ganjil, merupakan melangkah dengan meniggalkan tumpuan lama, hinggap dengan satu tumpuan/ pijakan pada 1 titik mata angin di lingkaran imajiner, antara titik mata angin bersudut 45 derajat.
·         Langkah ganda, merupakan melompat, meninggalkan tumpuan lama, hinggap dengan dua pijakan sekaligus pada 1 titik mata angin untuk kaki depan dan diluar lingkaran imajiner untuk kaki belakang.
·         Simpir, merupakan setengah melangkah maju atau mundur, kedua kaki jadi bersilang
·         Berguling (roll), merupakan cara melakukan perpindahan letak dari dan ke kuda - kuda Bawah.
Jenis – jenis tangkisan :
·         Tangkis Atas
·         Tangkis Atas Luar
·         Tangkis Samping Luar
·         Tangkis Bawah Luar
·         Tangkis Bawah
·         Tangkis Bawah Dalam
·         Tangkis Samping Dalam
·         Tangkis Atas Dalam
·         Silang Bawah
·         Silang AtasTepis Bawah
·         Tepis Atas
·         Buang Bawah
·         Buang Atas
·         Potong Bawah
·         Potong Atas
Jenis – jenis serangan :
·         Pukulan (serangan tangan)
Ø  Belah
Ø  Belah luar
Ø  Tebang
Ø  Sangga
Ø  Sangga luar
Ø  Sangga dalam
Ø  Tebas
Ø  Belah dalam
Ø  Pukulan maju
Ø  Sorogompo
Ø  Sikut maju
Ø  Sikut depan
Ø  Sikut samping
Ø  Sikut bawah
Ø  Sikut belakang
Ø  Pasu depan
Ø  Pasu samping
·         Tendangan (serangan kaki)
Ø  Lututan depan
Ø  Lututan samping
Ø  Tangguhan
Ø  Tendangan depan
Ø  Tendangan samping
Ø  Tendangan sabit
Ø  Tendangan berganti
Ø  Trap
Ø  Gjrosan
Ø  Kepetan
Ø  Samplakan
Ø  Tendangan belakang
Ø  Paculan depan
Ø  Paculan belakang
Ø  Pengkalan maju
Ø  Pengkalan mundur
Ø  Sapuan atas
Ø  Sapuan bawah
Ø  Gamparan atas
Ø  Gamparan bawah
Ø  Tendangan kuda
Ø  Jlontrotan
Ø  Cecak-an
Ø  Guntingan

No comments:

Post a Comment